Senin, 11 Maret 2013

Nikotin Rokok dan Kemungkinan Sembuh dari Gila

Gila adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat mengontrol dirinya sendiri. Orang dengan kondisi seperti ini tidak mungkin mengingat hal apapun yang berkaitan dengan dirinya, orang-orang di sekitarnya, masa lalu, dan kebiasaannya sebagai manusia normal. Sudah banyak orang gila yang dirumahsakitkan oleh keluarganya dengan keinginan sembuh dan dapat berinteraksi lagi dengan lingkungannya. Tidak jarang pilihan untuk merumahsakitkan orang gila ini hanya akan menguras uang keluarganya, dan tidak jarang juga yang kemudian putus asa lalu meninggalkan keluarganya yang gila hingga berkeliaran di masyarakat dan menimbulkan teror sosial. Tentu bukan salah mereka meninggalkan juga bukan salah Tuhan. kembali pada permasalahan orang gila. Pada dasarnya orang gila tidak mungkin ingat hal atau kebiasaan yang pernah dilakukannya sebelum gila. Namun berdasarkan pengamatan saya pada setiap orang gila yang terlantar di jalanan, ada satu hal yang diluar kodrat manusianya yang tidak bisa dilupakan. Hal itu adalah rokok, entah seberapa hebatnya nikotin meracuni otak penikmatnya hingga orang gilapun tak bisa meninggalkannya. Jika logika kita dapat bekerja secara baik mungkin tidak ada gunanya kita menyembuhkan orang gila, dan tidak mungkin racun nikotin dapat menyembuhkannya. Coba logika kita ikut menjadi gila untuk menjawab semua kegilaan ini. Orang gila masih lebih waras dari orang yang katanya waras, jadi itu alasan kenapa kita wajib menyembuhkan orang gila. Nikotin dalam rokok yang pernah dihisap orang sebelum gila, masih menuntut otak orang gila untuk memasok nikotin di masa gilanya. Kedua alasan gila ini yang mendasari teori saya yang juga gila untuk memadukan nikotin dengan kesembuhan orang gila. Barangkali bisa membuka mata dunia tentang siapa yang gila dan bagaimana sebenarnya nikotin itu. Jika nikotin yang bukan merupakan kodrat manusia saja masih bisa diingat oleh orang yang sudah gila, berarti kodrat sebenarnya dirinya sebagai manusia lebih bisa disadarkan kembali. Berdasarkan teori gila saya, orang gila seperti itu dapat diterapi dengan menggunakan rokok. Ketika terapi sedang berjalan, dibantu dengan menghadirkan kembali ingatan-ingatan sebelum dia gila. Bisa berawal dari pertanyaan siapa anda sebenarnya? Pertanyaan-pertanyaan berikutnya mungkin lebih diketahui oleh psikiatris. Begitu juga kandungan zat yang berada pada rokok juga lebih diketahui oleh ahli kimia. Tapi kedua ahli tersebut tidak lebih gila dari logika yang saya punya dengan memadukan nikotin untuk menyelamatkan orang gila yang sebenarnya paling waras diantara manusia serta dari pandangan Tuhan. Tulisan ini hanya sebagai mimpi, tapi juga rangsangan dan kenyataan jika ada sekelompok orang yang berlogika gila yang dapat merealisasikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar