Kamis, 28 Maret 2013

Nyata dari Referensi Imajinatif

      Tulisan saya kali ini akan menjabarkan sebuah teori baru tentang analisis wacana. Hal yang akan saya bahas adalah topik wacana percakapan, yang saya khususkan pada pembagian topik nyata. Tulisan ini didorong oleh kegelisahan saya yang tak terjawab akan perbedaan topik nyata dengan topik imajinasi.

  • Topik Nyata

      Menurut Rani dkk, topik nyata merupakan topik yang referensinya seperti yang dirujuk dengan kata-kata yang digunakan dalam ujaran. berdasarkan referensinya topik nyata dibagi menjadi:

  1. Topik yang Referensinya Ditunjuk
  2. Topik yang Referensinya Dipegang
  3. Topik yang Referensinya Dilihat, tetapi Tidak Ditunjuk dan Tidak Dipegang
  4. Topik yang Referensinya Didengar, dan
  5. Topik yang Referensinya Berupa Kegiatan atau Tindakan
  • Topik Imajinasi
      Menurut Rani dkk, topik imajinasi merupakan topik pembicaraan sebagai hasil pengolahan atau rekaan sehingga seolah-olah menjadi benar-benar ada.

      Dari penjelasan yang saya dapat dari buku Analisis Wacana karya Rani, Abdul. dkk. ada pertanyaan yang tiba-tiba muncul. Di jaman ini semakin banya kita temui hal-hal rekaan yang seolah-olah menjadi nyata keberadaannya. Apakah hal tersebut termasuk topik imajinasi? Tetapi sering ditemukan pembicaraan antara beberapa orang yang terkesan ilmiah, namun yang dibahas adalah sebuah imajinasi/rekaan belaka. Bukti serta gambar-gambar yang dihadirkan merupakan imajinasi tulen. Dalam keadaan seperti itu pasti susah menentukan tergolong topik apa wacana yang terjadi.
      Masalah tersebut tentu tidak mudah dipecahkan jika hanya melihat penjelasan mengenai topik nyata dan topik imajinasi dalam buku karya Rani dkk. tersebut. Digolongkan topik imajinasi tetapi dalam wacana yang terjadi banyak referensi yang dihadirkan. Digolongkan topik nyata tetapi hal yang dibicarakan adalah hasil rekaan manusia. Dari pertanyaan tersebut saya oleh dipaksa menerima penjelasa oleh dosen pembimbing saya yang juga menjadi pengarang buku tersebut untuk menggolongkan wacana tersebut kedalam topik nyata. Tentunya sebagai seorang yang berpikir kritis saya tidak mudah menerima paksaan itu tanpa syarat. Dari kejadian tersebut dan hasil perenungan saya membuat sebuah teori baru untuk memenuhi syarat agar bisa diterima.

  • Topik Nyata
      Topik nyata adalah topik wacana yang menghadirkan referensi riil pada waktu wacana berlangsung, topik nyata dibagi menjadi dua berdasarkan jenis referensinya kedalam topik nyata dengan referensi nyata dan topik nyata dengan referensi imajinatif. Dari dua jenis referensi tersebut masih dibagi lagi dalam:
     A. Topik Nyata dengan Referensi Nyata

  1. Topik dengan Referensi Nyata yang Ditunjuk
  2. Topik dengan Referensi Nyata yang Dipegang
  3. Topik dengan Referensi Nyata yang Dilihat, tetapi Tidak Ditunjuk dan Tidak Dipegang
  4. Topik dengan Referensi Nyata yang Didengar, dan
  5. Topik dengan Referensi Nyata yang Berupa Kegiatan atau Tindakan
     B. Topik Nyata dengan Referensi Imajinatif

  1. Topik dengan Referensi Imajinatif yang Ditunjuk
  2. Topik dengan Referensi Imajinatif yang Dipegang
  3. Topik dengan Referensi Imajinatif yang Dilihat, tetapi Tidak Ditunjuk dan Tidak Dipegang
  4. Topik dengan Referensi Imajinatif yang Didengar, dan
  5. Topik dengan Referensi Imajinatif yang Berupa Kegiatan atau Tindakan


  • Topik Imajinasi
      Topik imajinasi adalah topik pembicaraan yang dilakukan dengan meniru kegiatan sehari-hari tanpa menghadirkan barang yang sebenarnya pada saat melakukan pembicaraan.


Sumber:
Rani, Abdul. dkk. 2013. Analisis Wacana: Tinjauan Deskriptif. Malang: Surya Pena Gemilang     

   

Kamis, 14 Maret 2013

format word

Buat kalian yang ingin mendapatkan draft menulis buku teks dalam format word silahkan unduh di sini. Kalian juga bisa mengkreasikan draft buku teks kalian sendiri. Tidak ada paksaan atau pembatasan kreativitas dalam menulis buku teks kalian sendiri. Selamat menulis

Senin, 11 Maret 2013

Nikotin Rokok dan Kemungkinan Sembuh dari Gila

Gila adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat mengontrol dirinya sendiri. Orang dengan kondisi seperti ini tidak mungkin mengingat hal apapun yang berkaitan dengan dirinya, orang-orang di sekitarnya, masa lalu, dan kebiasaannya sebagai manusia normal. Sudah banyak orang gila yang dirumahsakitkan oleh keluarganya dengan keinginan sembuh dan dapat berinteraksi lagi dengan lingkungannya. Tidak jarang pilihan untuk merumahsakitkan orang gila ini hanya akan menguras uang keluarganya, dan tidak jarang juga yang kemudian putus asa lalu meninggalkan keluarganya yang gila hingga berkeliaran di masyarakat dan menimbulkan teror sosial. Tentu bukan salah mereka meninggalkan juga bukan salah Tuhan. kembali pada permasalahan orang gila. Pada dasarnya orang gila tidak mungkin ingat hal atau kebiasaan yang pernah dilakukannya sebelum gila. Namun berdasarkan pengamatan saya pada setiap orang gila yang terlantar di jalanan, ada satu hal yang diluar kodrat manusianya yang tidak bisa dilupakan. Hal itu adalah rokok, entah seberapa hebatnya nikotin meracuni otak penikmatnya hingga orang gilapun tak bisa meninggalkannya. Jika logika kita dapat bekerja secara baik mungkin tidak ada gunanya kita menyembuhkan orang gila, dan tidak mungkin racun nikotin dapat menyembuhkannya. Coba logika kita ikut menjadi gila untuk menjawab semua kegilaan ini. Orang gila masih lebih waras dari orang yang katanya waras, jadi itu alasan kenapa kita wajib menyembuhkan orang gila. Nikotin dalam rokok yang pernah dihisap orang sebelum gila, masih menuntut otak orang gila untuk memasok nikotin di masa gilanya. Kedua alasan gila ini yang mendasari teori saya yang juga gila untuk memadukan nikotin dengan kesembuhan orang gila. Barangkali bisa membuka mata dunia tentang siapa yang gila dan bagaimana sebenarnya nikotin itu. Jika nikotin yang bukan merupakan kodrat manusia saja masih bisa diingat oleh orang yang sudah gila, berarti kodrat sebenarnya dirinya sebagai manusia lebih bisa disadarkan kembali. Berdasarkan teori gila saya, orang gila seperti itu dapat diterapi dengan menggunakan rokok. Ketika terapi sedang berjalan, dibantu dengan menghadirkan kembali ingatan-ingatan sebelum dia gila. Bisa berawal dari pertanyaan siapa anda sebenarnya? Pertanyaan-pertanyaan berikutnya mungkin lebih diketahui oleh psikiatris. Begitu juga kandungan zat yang berada pada rokok juga lebih diketahui oleh ahli kimia. Tapi kedua ahli tersebut tidak lebih gila dari logika yang saya punya dengan memadukan nikotin untuk menyelamatkan orang gila yang sebenarnya paling waras diantara manusia serta dari pandangan Tuhan. Tulisan ini hanya sebagai mimpi, tapi juga rangsangan dan kenyataan jika ada sekelompok orang yang berlogika gila yang dapat merealisasikannya.

Selasa, 26 Februari 2013

menulis buku teks

menulis buku teks adalah salah satu mata kuliah yang sedang saya tempuh pada semester empat di jurusan sastra Indonesia, fakultas sastra, universitas negeri malang. sebagai kewajiban mahasiswa, mata kuliah ini menuntut saya dan teman-teman untuk menelurkan buku teks dengan mengacu pada kurikulum terbaru. karena tuntutan itu dan kurangnya waktu untuk mengkreasikan wajah baru buku yang akan saya tetaskan, saya mendaur ulang wajah buku yang pernah saya buat pada mata kuliah telaah dan pengembangan kurikulum bahasa, sastra Indonesia. cukup terkejut keputusanku mendaur ulang wajah buku itu bisa diterima di kelas yang saya ikuti. ingin tahu bagaimana bakal calom wajah buku yang akan saya tetaskan, dan mengapa bisa bakal calon buku saya bisa diterima di kelas? silahkan unduh di sini gratis.

Senin, 25 Februari 2013

matinya toekang kritik


Terdengar detak nafas waktu…
Sebelum pertunjukan – sebelum dunia diciptakan – denyut waktu itu mengambang memenuhi ruang – semesta yang hampa. Seperti denyut jantung. Terdengar detak-detik waktu bergerak. Seperti merembes dari balik dinding. Seperti muncul dan mengalir menyebar di antara kursi-kursi yang (masih) kosong…
Ketika para penonton mulai masuk ruang pertunjukan, mereka mendengar waktu yang terus berdedak berdenyut itu. Mereka mendengar suara detik jam yang terus berputar. Suara detak-detik waktu yang bagai mengepungnya dari mana-mana. Sementara pada satu bagian panggung, mereka menyaksikan kursi goyang yang terus bergerak pelan seakan mengingatkan pada ayunan bandul jam. Bergoyang-goyang. Kursi itu temaram dalam cahaya. Terlihat selimut menutupi kursi itu, seperti ada orang yang tertidur abadi di atas kursi itu. Waktu berdenyut. Kursi terus bergoyangan.

pertunjukan? sebelum dunia diciptakan? apa maksudnya? ingin tahu lebih? download di sini

mangir


Siapa belum pernah dengar Cerita lama tentang Perdikan Mangir Sebelah barat daya Mataram?
Dengar, dengar, dengar: aku punya cerita.
Tersebut Ki Ageng Mangir Tua, Tua Perdikan Wibawa ada dalam dadanya Bijaksana ada pada lidahnya Rakyat Mangir hanya tahu bersuka dan bekerja

siapa dan bagaimana kehidupan Ki Ageng Mangir sebenarnya? download di sini

orang-orang bingung

kotak-kotak dari berbagai arah menuju arena permainan… berisik… sepi


SATU
Hey, Jam berapa sekarang?

DUA
Saya kurang tahu.

SATU
Hey, Jam berapa sekarang?

TIGA
Ada apa sih dengan waktu. Lho, ada dimana kita? Dimana kita?

EMPAT
Entahlah. Persetan dengan waktu, persetan dengan tempat. Persetan semuanya!

NOL
Sudah, sudah. Jangan berisik. Nanti rencana kita gagal

LIMA
Rencana apa Bung?

ingin tahu apa yang mereka rencanakan? di mana dan kapan mereka berada? download di sini 

maksud tersembunyi kata yang terkandung dalam puisi GAJAH DAN SEMUT karya SUTARDJI CALZOUM BACHRI

GAJAH DAN SEMUT


tujuh gajah
cemas
meniti jembut
serambut

tujuh semut
turun gunung
terkekeh
kekeh

perjalanan
kalbu


1976-1979

Puisi Sutardji yang berjudul GAJAH DAN SEMUT di atas tidak sembarang memilih, menyusun, dan memadukan kata. Terlihat dari pemberian judul, pemunculan kata yang sering dianggap tabu karena berhubungan dengan organ intim , dan penutup yang berhubungan dengan hati. Apa sebenarnya maksud yang disembunyikan oleh Sutardji dalam puisi ini? dan mengapa juga pilihan kata yang digunakan begitu kontras? apa Sutardji hanya ingin mempermainkan penikmat puisi atau menitipkan sesuatu? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sering tak ingin dimunculkan oleh pikiran-pikiran kolot. Jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan yang coba saya munculkan hanya dapat dijawab jika kita membebaskan pikiran dari segala macam hal negatif dan memandang luas jernihnya semua kata yang dianggap tabu. 
Ulasan ini saya mulai dengan merefleksi ingatan kalian pada peribahasa gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan nampak. Peribahasa itu menggambarkan orang-orang yang selalu melihat kesalahan orang lain sebagai masalah yang besar dan jarang mempertibangkan kesalahannya sendiri yang lebih besar dari milik orang lain yang dianggapnya salah. Setelah ingatan kalian tersentuh peribahasa tersebut mungkin sedikit menjawab pertanyaan kenapa puisi ini berjudul GAJAH DAN SEMUT. Jika pikiran kalian sudah benar-benar bersih kalian tentunya sudah dapat mengira-ngira maksud yang disembunyikan oleh Sutardji dalam puisi ini. Saya akan pandu lagi pikiran kalian, tentunya orang yang memiliki kesalahan sebesar gajah dan orang yang disalahkan yang pada kenyataannya hanya sebesar semut tidak akan hidup selamanya di dunia. Orang-orang yang hidup dengan gajahnya dan semutnya pasti sudah dan akan mati. Untuk Orang yang sudah mati, dari kepercayaan salah satu agama di Indonesia orang mati akan melewati jembatan yang besarnya seperti rambut dibelah tujuh untuk menentukan kemana dia akan menetap. Surga di atas, atau neraka di bawah.Ternyata orang yang hidup dengan semutnya telah berhasil melewati jembatan rambut dan sekarang bersenang-senang di surga. Namun jauh berbeda dengan orang yang hidup dengan gajahnya di dunia, dia masih was-was meniti jembatan yang besarnya hanya seukuran rambut yang dibelah tujuh. Dari panduan saya apa kalian sudah dapat menerka maksud dari puisi ini? pastinya sudah. Sekarang kita koreksi pikiran kita, kenapa gajah dan semutnya berjumlah tujuh? tujuh adalah angka yang sering muncul di dunia dan di akhirat. Kenapa harus gajah dan semut? kedua hewan tersebut hanya sebagai simbol dari orang yang memiliki kesalahan sebesar gajah dan semut. Ternyata puisi ini sangat besar nilai spiritualnya, tapi kenapa harus dikotori kata jembut? jangan salah dulu, saya sudah mewanti-wanti untuk menetralkan pikiran kalian, jembut merupakan akronim dari jembatan serambut yang dipilih agar bisa padu jika disandingkan dengan rambut. Sutardji tidak sepenuhnya membingungkan pembaca puisi ini, jika pikiran sudah netral dan jernih tentu kalian dapat memahami puisi ini hanya dengan membaca bagian akhir yang bertuliskan perjalanan kalbu. Sebagai pembelajaran dan pesan, jangan sekali-kali memandang sesuatu yang buruk dari wujud aslinya. Pandang suatu keburukan dari sisi lain, barangkali keburukan itu merupakan kebaikan yang sebenar-benarnya. Pesan dari saya, keburukan suatu kata tidak terkandung dalam kata itu sendiri, keburukan suatu kata adalah hasil dari pemberian muatan yang dilakukan oleh pikiran kita. Semoga tulisan ini bermanfaat 

Sabtu, 23 Februari 2013

sebelas19


17ke41111

Kata kata sunyi mengalun
Berantai keluar deras tak bermakna
Kosongpun tak bermakna
Hanya angin bernada sumbang
Yang menghela dari mulut
Kotori telinga yang tak mendengar
Sungguh biasa terbiasa kudapati
Nada nada tak berarti ada
Terus meluncur tak terbendung
Dalam seharinya tak penat
Bincangkan suatu tak bermanfaat
Ingin kupotong syaraf dengarku
Penat lalu diterjang koar
Ah cepat kau akhiri dunia ini
Sebelum ku bertindak bodoh

sebelas18


17ke31111

Hitung menghitung hitungan buntung
Buka suatu lama terbuang
Hitung manusia sesal tak tau
Suatu lalu termakan berlalu
Sisa piker hitung tak tentu
Mengapa tidaklah biarkan berlalu
Suatu terbuang tak akan kembali
Buat sengsara hitungan buntung
Sesali hitungan jadi beban
Dalam hari hitungan lalu
Telah bodoh penghitung
Hitung yang telah tiada
Dilahap sendiri dengan buasnya
Setelah usai baru hitung perlebih
Sebenarnya serakah penghitung nan kikir
Pertimbangkan suatu habis nimati sendiri

sebelas17


17ke21111

Angin mengalun perlahan
Isi telinga dengar berita derita
Tentang beragam warna jiwa
Timbul tenggelam dalam perkara
Dari seikmat manisan
Hingga manisan pembunuh
Terangkut bersama angin
Kisah misteri tak tuntas
Hilang sekejap kemudian mencuat
Bawa debu menapak mata
Timbul kenangan berita berdarah
Akan kuasa batasi asa
Angin terus mengalir
Tanpa acuh tanda tegar
Lihat dan angkut berita duka
Tanpa bekas Nampak diingat

sebelas16


171111

Lucu jadi idola
Benar badut isi dunia
Pandangi kelucuan buat menggila
Idola idola permalukan diri
Jadikan badut jadi idola
Lucu lucu pandangi badut
Jadi panutan pecinta badut
Sungguh seru konyol idola
Jadi badut banyak penyuka
Badut badut idola poligami
Berkawin banyak pekerjaan
Tapi badut jadi idola
Hanya buat gila memandang
Dapat uang kemewahan fana
Tak perlu sibuk dengan bakat
Hanya buat orang menggila
Badut tertawa dalam bangga
Tipu diri dan semua

sebelas15


16ke31111

Dekat kurasa rasamu
Teduh melangkah hariku
Satu kuyakin diriku
Lalui malamku dengan nama
Segala nama ala mini
Beri lentera jalan tidurku
Bangunku jelang mentari
Teduhiku denganmu
Mantapku langkah songsongkan
Suatu satumu
Tak kuharap jauhi diri
Hengkang dari baikmu
Yang pengertianmu akanku
Yang pengorbananmu akanku
Yang bekaskan suatu dalamku
Aku rindu tuk tak melepasmu
Atas segala suatu lebihmu

sebelas14


16ke21111

Batang cabang ranting
Hidup berbeda dalam hidupnya
Dengan ragam hidup serumah
Ingin kujiplak cara hidup damai
Tiga perbedaan dalam serumah
Dengan keadilan seadilnya
Tercukupi semua butuhnya
Tanpa pertikaian menghancurkan
Hidup bersama bertiga serumah
Bertiga tanpa gejolak
Hanya damai sehidupnya
Damai bagi yang mendengar
Damai dalam dunia
Tebarkan kebaikan hidup bertiga
Dalam ikatan kuat damai

sebelas13


161111

Dara dimana kurasa
Sedderhana terpandang asmara
Tanpa muslihat karya dunia
Sekali lagi berteman asmara
Tiada salah kurasa
Bayangkan rasa dalam ara
Duh rasa terasa
Sesak segar dalam dada
Duh asmara remaja
Buai terasa merasa beda
Sekali ikrar berada
Dalam angan tuju nyata
Masa lama kurindu asmara
Sampailah kugenggam asrama

sebelas12


13ke41111

Lembu lembu peranakan
Mata sipit kulit cerah
Naik turun tangga berjalan
Cari makan padang beton
Keliling empat penjuru mata angin
Tanpa tujuan tanpa pegangan
Sepasang dua berdampingan
Tapi mata jantan tetap berkelana
Liar telanjangi kerbau lawan

Kerbau kerbau beranak
Anak anak peranakan
Turuti induk peranakan
Jalan jelajahi tanpa panduan
Kian beranak peranakan
Kian membaur lokal kerbau
Hingga tersisa nama peranakan
Kerbau peranakan dalam ladang beton

sebelas11


13ke31111
Aku takut takutku
Kehilanganmu aku lemah
Suatumu belum kudapat
Semua karna takutku
Takutku akan orang
Dekatimu begitu intim
Buat lupamu akanku
Nengnengneng
Penjajah kehangatan sela datang
Temani takutku akanmu
Takut begitu dalam menakutkan
Rongrong berani lakiku
Nengnengneng
Semakin jauh kurasa
Kehangatan sejenak lalu temaniku
Nengnengneng
Makin sayup tak terdengar
Makin gelap rasaku
Takutku takutmu
Makin jelas tergambar
Makin jauh dariku
Makin takutku takutmu
Nengnengneng
Kembalilah kehangatan
Sejenak lupakan ingatku
Ingat takutku takutmu
Aku tenggelam dalam penantian malam

sebelas10


13ke21111

Kugelar rasa liar
Temani imaji petualang
Cari suatu kisah segar
Warnai hari yang lalu hilang
Penantianku pandang sudut kamar
Tunggu celah menangi ajang
Lompat bersiap lewati pagar
Dalam kelana jiwa lajang
Temui wajah terlihat gahar
Tiada beda dengan binatang
Aku menanti nanti tuk koar
Diam menanti terlampau panjang
Hingga lumut sabar menjamur
Nantikan sesungguh sungguhnya perang
Dengan sisi lain diri yang tergambar
Tarung hati tak berparang
Hingga dapati pemenang keluar

sebelas9


131111

Pagiku kelamku
Sendiri usir dingin
Singkap mega kelabudari pikiran manusiaku
Yang tak pernah tersapa hati
Bukan hati malu atau enggan
Tapi kabut pikirku terlalu tebal
Pikirkan kegilaan liar
Akan seseorang dan sesuatu
Terlalu berharga tuk dibunuh
Kerap bingungku tentukan
Turuti naluri kelakian
Atau suara gumam hati
Adakah seseorang mampu bantuku
Pastinya bodohku bertanya
Kita terlalu sibuk dengan kita sendiri

sebelas8


121111

Jin jin beton tegak berdiri
Lindungi manusia dan harta berbalas mahal
Dengan tumbal yang tak tanggung
Kebebasan hewan terampas
Jalannya akar terbatas
Susah memang putuskan putusan
Pilih sekarang atau kelak
Lama berpikir manusia
Jin jin semakin kokoh berdiri
Benamkan kaki semakin dalam
Tegakkan kepala semakin tinggi
Besarkan perut semakin lebar
Semakin jin tumbuh liar
Semakin liar kehidupan kelak
Semakin kita dipermainkannya
Dalam janji remang selamanya
Tanpa titik terang kedepan

sebelas7


10ke21111

Berdiri tegak runcing menanti
Saat lengah tuk bicara
Tentang perasaan tertindas
Pelecehan atas ujung tumpul
Korban demipelampiasan
Perasaan liar manusia
Yang terhambat kelu ucap
Pasrah kau serahkan ujungmu
Tuk semakin hilang
Termakan liar rasa terhambat
Semakin pendek ujung runcing
Semakin hilang keinginan ungkapkan
Resah rasa tertindasmu

Semakin liar piker manusiamu
Dapatimu tak lagi puaskan hasratnya
Kau hilang dalam runcingmu
Terlupakan atas tumpulmu
Tinggal sisa pikiran manusiamu yang lupa
Akan tumpulmu jadi runcing
Hingga mati dalam runcing yang menanti

sebelas6


101111

Sepasang gereja bercumbu mesra
Hangatkan tubuh setelah hujan
Atas atap sebuah sekolah
Tanpa malu tuangkan hasrat

Sepasang gereja mulai menjauh
Saat mentari memecah awan
Tinggalkan kenangan manis
Sesaat lalu bercumbu habis
Sepasang gereja terbang menghilang
Bermain dibawah siraman mentari
Bersama kenangan melambungkan harapan
Hari lain setelah pecah mendung

sebelas5


08ke31111

Malam ini, kuingat semuamu
Semua kenangan akanmu
Kenangan yang takpernah ada
Kenangan yang takpernah terjadi
Kenangan indah yang tak inda
Kenangan yang samar
Kenengan yang kabur
Kenangan yang semu
Kenangan yang mendadak
Kenangan yang hadir tanpa kenangan
Hanya mala mini malammu
Malam munculkan kenanganmu
Kenangan yang tak pernah kita kenang
Dalam kenangan masing kita

sebelas4


08ke21111

Dua ruas bertemu
Sapu bersih ruang melihat
Beri pandangan segar kedepan
Perjelas halauan kemudi
Selamatkan nyawa titipan
Dengan nyali tak sembrono

Dua ruas seolah pahlawan
Padahal bukan sempurna
Membersihkan hanya sebagian
Tidak untuk sudut tersembunyi

Benar lemah sebenarnya kita
Anggap pahlawan yang tak sempurna

sebelas3


081111

Tangisan biru serasa berat
Lepasku angkat kaki
Dari tanah ari desaku
Namun waktu harus melahap
Rasa rindu terhadap ego
Tuk satu tujuan sementara
Tunaikan kewajiban fana

Saat sendiriku
Diatas penantian fana bundar tumpuan
Kubulatkan harap sebulat tumpuan
Tapi lelah kian membayang saat tumpuan tak kunjung jalan
Lewat pesan ini coba beberkan
Resah yang meraung
Demi pergulatan dunia

sebelas2


051111

Tangis wanita senja kelam
Memecah kebisingan bis malam
Penuh sesak wajah muram
Dengan beban perasaan silam
Teriris telingan mendengar miris
Sedu rintihan wajah manis
Deras air memancar matanya
Membelah pipi sisakan bekas

sebelas1


02ke21111
Atap mencucurkan air mata
Para dewi sedang merana
Ditinggal kebijakan hati manusia
Demi sesuap sambung nyawa
Korbankan kesucian dari raga
Hidupi diri selimuti dosa
Dengan tempik demi keluarga
Tak ada yang bisa salahkan mereka
Bagai kutu salah ulah kita
Siakan mereka anggap tak ada
Benamkan mereka dari hidup dunia
Kita sama dengan nista
Siakan nasib saudara
Sejenak kita berkaca
Pada kerling air mata
Sadari mereka kita percaya
Sembuhkan luka kian menganga
Dari hati dewi kian sengsara

sebelas


021111

Kau Nampak menawan dengan pinggang ramping
Pinggulmu sedikit berisi dan hangat
Warna kecoklatanmu eksotis
Buat kemelut dihati dan pikiran
Bibirmu seksi terbuka
Ingin kucumbu di pagi ini
Kecewa kudapat saat bibir kita merapat
Dingin terasa tak sedikitpun obati gejolakku
Jauh berbeda apa terlintas dibenakku
Tentangmu, tentang percumbuan hangat
Percumbuan segelas penuh sereal pagi
Tuk awali hidupku menantang dunia

Jumat, 22 Februari 2013

sepuluh9


30ke21011

Beban hidup kian mencekik
Akibat permainan petinggi politik
Lading hidup alami paceklik
Dihisap burung suruhan gelatik
Ide sinting pemimpin picik
Buai angan orang terbuang cilik
Peras tulang coba membalik
Hidup keras agar membaik
Kerja kuda hanya menggelitik
Buat geli petinggi berbatik

Dengan sebagian rambut membotak
Hanya berkutat dalam kotak
Timbul redup warna membulak
Jadikan roda hidup tak bergerak

sepuluh8


311011

Gelegak tawa para dewa
Saksikan kebodohan manusia
Berkubang dalam belenggu harta
Yang tak tentu asal bermula

Makin gila mereka terlena
Makin bringas dengan sesame
Hilang nurani putih jiwa
Tiada beda hewan berupa
Jadi murung bumi dihina
Kelakuan pribadi-pribadi berhala
Dengan segala tingkah polahnya
Lupa kodrat jadikan alfa
Hitam rupa hari berada
Setiap berhala temui mangsa

sepuluh7


30ke21011

Malam memeluk bumi
Bunga-bunga tidur menari
Suara teriak kian sunyi
Lelah kurasa kedua kaki
Tak kuat mata memandang lagi
Terakhir ku kirim pesan ini
Tidurlah untuk berdiri

sepuluh6


301011

Malam gelap ku menggeliat
Dingin angin ku berselimut
Wanita susah ku terpaut
Hitungan jam ku bergelut
Puaskan birahi ku akut
Hati dan pikiran ku turut
Sangsikan hina ku kemelut
Tunduk hati pikirku maksiat
Coba lari neraka ku renggut

Dalam sepi malam ku ingat
Pesan ibu ayah ku hianat
Kembali ke jalan ku berangkat

sepuluh5


27ke21011

Melambung kau buai diri ini
Dalam manis kau baluri nurani
Ringankan beban gelayuti hati
Semua keindahan hanya ilusi
Yang kau kemas dalam fantasi
Kau yang hina dari gelap sunyi
Pembawa nikmat untuk ingkari
Pemakan empedu racun sendiri
Berbalut bunga berbau tahi

sepuluh4


271011

Simpang tiga gang tikus
Depan warung belakang kakus
Beribu warna saling berpapas
Hanya hitam biru selalu beringas
Sendiri berkawan naas
Berdiri jauh luar kelas
Jauh dari orang bernasib teratas
Menantang menghela napas
Hirup nikmat bersama bebas
Tanpa aturan mengekang lepas
Sekali bertukar menjadi alas
Dengan kami orang tertindas

sepuluh3


251011

Dalam balutan lampu jalan
Dengan raung mesin kesakitan
Kupandang tiap wajah manis menakutkan
Seorang wanita terbuang pinggiran
Senyum rekah tersungging perlahan
Matanya kian redup memandang lamun
Hanya coba tutupisendiri kesakitan
Hidup dalam sunyi dekap kegelapan
Tanpa mau membagi kisah yang lain
Kian merintih mesin perlahan
Sedih hati turuti pikiran
Saksikan keras perbedaan

sepuluh2


161011

Sejuk raga siraman rembulan
Diatas bangku depan balkon kontrakan

Sendiri lalu nikmati malam hingar
Hingga sumbang koar sekitar terdengar

Renung ratapi keadaan
Dalam hidup lalui jalan
Dengan ranjau manis berserakan
Larutkan hati luluh dimabukkan

sepuluh1


151011

Mantra menjelma rasa
Buat diri angan fana
Terasa dingin sekitar raga
Hanyut lebur bersama asa
Mengalir deras darah remaja
Membelai lembut kisah asmara
Sisakan sesal tak berara
Pilihan akhir bawa petaka

Bujang bajingan sesat
Ingin rasa hapus ikrar bawa petaka
Untuk selamanya
Untuk selamanya
Hingga jumpa baka

sepuluh


181011

Merdeka?
Benar seperti ini?
Cucuran darah lalu
Koyakan dihempas peluru
Korban korban muda
Tekad bulat jauh keluarga
Tak berarti kini di mata muda
Semua tinggal pengorbanan belaka
Digantikan hura pemuda

Menangis. . .
Menangis. . .
Darah mereka di alam baka

Binatang kalian!
Binatang diriku!
Binatang semua!
Yang telah melupa

Jangan buat mereka tersiksa
Tersiksa kali keduanya
Buat berarti mati mereka
Sadar segera jiwa muda

sembilan


220911

Sekeras keras batu, tak lebih dari hidup diambang curam
Segelap gelap malam, tak lebih dari kosong hati sendiri
Sederas deras ombak, tak lebih dari jalan harinya
Setegar tegar karang, tak lebih dari niatnya tuk hidup

Itu pelajaran, pelajaran hidup si tersisih
Dari riuh pergulatan hidup