dirimu baru kukenal
merengkuh sebagian akal
menjelma gelisah hariku
selalu terlintas bayang dirimu
kuingin ungkap seriusku
tentang rasa belenggu sadarku
sejenak logikaku menyela
kandasnya perlabuhan bahtera
kuingin sejenak merasa
utuh sutuhnya rasa
yang haus akanmu
yang ku sendiri tak tau
mengapa terjadi lagi
saat kucoba sendiri
disadar, ditidur, dimalam, dihari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar