Tulisan saya kali ini akan menjabarkan sebuah teori baru tentang analisis wacana. Hal yang akan saya bahas adalah topik wacana percakapan, yang saya khususkan pada pembagian topik nyata. Tulisan ini didorong oleh kegelisahan saya yang tak terjawab akan perbedaan topik nyata dengan topik imajinasi.
Menurut Rani dkk, topik nyata merupakan topik yang referensinya seperti yang dirujuk dengan kata-kata yang digunakan dalam ujaran. berdasarkan referensinya topik nyata dibagi menjadi:
- Topik yang Referensinya Ditunjuk
- Topik yang Referensinya Dipegang
- Topik yang Referensinya Dilihat, tetapi Tidak Ditunjuk dan Tidak Dipegang
- Topik yang Referensinya Didengar, dan
- Topik yang Referensinya Berupa Kegiatan atau Tindakan
Menurut Rani dkk, topik imajinasi merupakan topik pembicaraan sebagai hasil pengolahan atau rekaan sehingga seolah-olah menjadi benar-benar ada.
Dari penjelasan yang saya dapat dari buku Analisis Wacana karya Rani, Abdul. dkk. ada pertanyaan yang tiba-tiba muncul. Di jaman ini semakin banya kita temui hal-hal rekaan yang seolah-olah menjadi nyata keberadaannya. Apakah hal tersebut termasuk topik imajinasi? Tetapi sering ditemukan pembicaraan antara beberapa orang yang terkesan ilmiah, namun yang dibahas adalah sebuah imajinasi/rekaan belaka. Bukti serta gambar-gambar yang dihadirkan merupakan imajinasi tulen. Dalam keadaan seperti itu pasti susah menentukan tergolong topik apa wacana yang terjadi.
Masalah tersebut tentu tidak mudah dipecahkan jika hanya melihat penjelasan mengenai topik nyata dan topik imajinasi dalam buku karya Rani dkk. tersebut. Digolongkan topik imajinasi tetapi dalam wacana yang terjadi banyak referensi yang dihadirkan. Digolongkan topik nyata tetapi hal yang dibicarakan adalah hasil rekaan manusia. Dari pertanyaan tersebut saya oleh dipaksa menerima penjelasa oleh dosen pembimbing saya yang juga menjadi pengarang buku tersebut untuk menggolongkan wacana tersebut kedalam topik nyata. Tentunya sebagai seorang yang berpikir kritis saya tidak mudah menerima paksaan itu tanpa syarat. Dari kejadian tersebut dan hasil perenungan saya membuat sebuah teori baru untuk memenuhi syarat agar bisa diterima.
Topik nyata adalah topik wacana yang menghadirkan referensi riil pada waktu wacana berlangsung, topik nyata dibagi menjadi dua berdasarkan jenis referensinya kedalam topik nyata dengan referensi nyata dan topik nyata dengan referensi imajinatif. Dari dua jenis referensi tersebut masih dibagi lagi dalam:
A. Topik Nyata dengan Referensi Nyata
- Topik dengan Referensi Nyata yang Ditunjuk
- Topik dengan Referensi Nyata yang Dipegang
- Topik dengan Referensi Nyata yang Dilihat, tetapi Tidak Ditunjuk dan Tidak Dipegang
- Topik dengan Referensi Nyata yang Didengar, dan
- Topik dengan Referensi Nyata yang Berupa Kegiatan atau Tindakan
B. Topik Nyata dengan Referensi Imajinatif
- Topik dengan Referensi Imajinatif yang Ditunjuk
- Topik dengan Referensi Imajinatif yang Dipegang
- Topik dengan Referensi Imajinatif yang Dilihat, tetapi Tidak Ditunjuk dan Tidak Dipegang
- Topik dengan Referensi Imajinatif yang Didengar, dan
- Topik dengan Referensi Imajinatif yang Berupa Kegiatan atau Tindakan
Topik imajinasi adalah topik pembicaraan yang dilakukan dengan meniru kegiatan sehari-hari tanpa menghadirkan barang yang sebenarnya pada saat melakukan pembicaraan.
Sumber:
Rani, Abdul. dkk. 2013.
Analisis Wacana: Tinjauan Deskriptif. Malang: Surya Pena Gemilang